Pemkab Minut Gelar Rapat Perdana Persiapan Pelaksanaan LTF 2026

Minut953 Dilihat

Global1news.com, MINUT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) mulai mempersiapkan pelaksanaan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 yang akan berlangsung pada 29-31 Juli 2026, di kawasan wisata Pantai Pal, Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur.

LTF yang merupakan festival tahunan di Minahasa Utara menjadi promosi pariwisata dan budaya daerah ini untuk memperkuat posisi Likupang sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Nasional.

Mematangkan persiapan pelaksanaan LTF, dilaksanakan rapat perdana yang dipimpin oleh Sekda Minut Ir. Novly G Wowiling M.Si, didampingi Ketua Panitia LTF 2026, Samuel Ray Dondokambey dan Kadis Pariwisata Minut Jein Barantian SE, M.Si, bertempat di Aula Kantor Bupati Minut, Senin (08/06/2026).

Sekda Novly Wowiling dalam arahannya menyampaikan, LTF merupakan agenda strategis Pemkab Minut dalam mendukung program pemerintah pusat untuk pengembangan kawasan Likupang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

“Kita bersyukur di era pemerintahan baru saat ini, status Likupang sebagai DPSP nasional tetap dipertahankan. LTF adalah agenda tahunan kita untuk mendukung penuh kebijakan tersebut, dan melalui rapat ini kita akan kaji dan evaluasi kegiatan mana saja yang akan dilanjutkan agar pelaksanaannya semakin matang,” tutur Sekda Wowiling.

“Pelaksanaan LTF dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang semakin positif, hal tersebut tercermin dari meningkatnya antusiasme masyarakat, kualitas penyelenggaraan acara yang terus berkembang, serta bertambahnya jumlah wisatawan yang datang, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” lanjut Sekda.

Dikatakan Sekda, pelaksanaan LTF tahun sebelumnya sukses digelar bersamaan dengan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), sehingga memberikan dampak promosi yang luas hingga tingkat nasional.

“Kegiatannya level Kabupaten, tetapi gaungnya mampu menembus tingkat nasional dan terbukti berhasil. Semoga tahun ini kita bisa mengulang kesuksesan yang sama,” ujar Sekda Wowiling.

Sekda menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh demi menyukseskan festival yang menjadi salah satu agenda unggulan Kabupaten Minahasa Utara tersebut.

Ketua Panitia LTF 2026, Samuel Ray Dondokambey menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan konsep yang lebih segar dengan berbagai inovasi pada rangkaian acara yang disiapkan.

Samuel berharap, selain sebagai sarana promosi destinasi wisata, LTF mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Lewat rangkaian agenda yang kita matangkan hari ini, kami optimistis LTF bisa semakin dikenal di tingkat nasional. Efek dominonya tentu akan dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM di wilayah Likupang dan Minahasa Utara secara umum,” kata Samuel.

“Seluruh rangkaian kegiatan LTF 2026 telah resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang merupakan program nasional untuk mendukung event-event unggulan daerah di Indonesia,” ucap Samuel.

LTF 2026 akan dilaksanakan selama 3 hari, disana pengunjung akan disuguhkan beragam atraksi yang memadukan unsur budaya, olahraga dan wisata kuliner khas daerah, sedangkan pada sektor budaya, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati festival budaya Tonsea seperti pertunjukan tarian tradisional, musik kolintang, serta penampilan seni masamper yang menjadi warisan budaya Sulawesi Utara.

Pada kategori sport tourism, panitia akan menghadirkan sejumlah perlombaan dan atraksi olahraga seperti pacuan perahu, balap roda sapi, motorcross, lomba batobo atau berenang tradisional, hingga padel boat.

Tidak hanya itu, berbagai atraksi laut, parade kostum nasional, serta pesta kuliner bakar ikan khas Likupang juga akan menjadi daya tarik tersendiri yang melengkapi kemeriahan festival.

Sementara, Kadis Pariwisata Jein Barantian mengatakan, LTF 2026 harus jadi panggung budaya Tonsea yang berdampak nyata, dimana kekuatan utama kita adalah budaya lokal, dan hal itu yang membuat wisatawan internasional tertarik sekaligus menguatkan identitas Likupang sebagai DPSP.

“Kami di Dinas Pariwisata berkomitmen untuk mematangkan konsep, bersinergi dengan OPD, pelaku wisata, dan UMKM, supaya festival ini bukan sekadar kemeriahan, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat Bumi Tonsea,” ucap Kadis Jein Barantian.

“Dengan dukungan penuh seluruh OPD, pelaku pariwisata, UMKM, dan masyarakat, kami optimistis Likupang Tourism Festival 2026 akan menjadi ajang promosi wisata bertaraf nasional yang mampu memperkuat citra Likupang di mata dunia sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat di Bumi Tonsea,” tutur Kadis Jein Barantian.

Turut hadir dalam rapat perdana tersebut, para Kepala OPD terkait, jajaran Dinas Pariwisata Minut dan Panita pelaksana.

(Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *