Pemkab Minut Gelar Pencanangan Gerakan Bersama Penguatan Desa Siaga TBC

Minut1007 Dilihat

Global1news.com, MINUT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) terus berupaya melakukan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC).Melalui Pemerintah Desa Lembean yangberkolaborasi dengan Puskesmas Kauditan, menggelar Pencanangan Gerakan Persama Penguatan Desa Siaga TBC, bertempat di Balai Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, pada Kamis (09/07/2026).

Dalam sambutan mewakili Bupati Minut Dr. Joune Ganda, Asisten II Perekonomian Pemkab Minut Robby Parengkuan SH menyampaikan bahwa pencanangan ini merupakan bentuk komitmen bersama agar upaya pencegahan dan pengendalian TBC semakin kuat.

Penanganan TBC tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat desa.

Di Kabupaten Minahasa Utara tercatat pada tahun 2025 terdapat sekitar 321 kasus TBC, dan jumlah tersebut masih menunjukkan tren peningkatan, karena itu Pemkab Minut terus mendorong pelaksanaan program Desa Siaga TBC secara lebih masif, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Kauditan.

“Setiap dugaan kasus TBC harus segera diidentifikasi, ditemukan lebih awal, kemudian diobati hingga tuntas (TOSS). Apabila ditemukan warga yang diduga menderita TBC, segera laporkan ke Puskesmas agar mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai prosedur,” ujar Parengkuan.

“Upaya penanggulangan TBC merupakan tangungjawab bersama yang menempatkan warga sebagai pelaku utama untuk pengendalian dan pencegahan penyakit tersebut,” kata Parengkuan.

“Kami berharap masyarakat berpartisipasi aktif dalam mencegah penyebaran TBC. Mulailah dari diri sendiri dengan menjaga kebersihan, kesehatan, memperhatikan sirkulasi udara rumah, pencahayaan yang baik, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC,” ujar Robby Parengkuan yang juga adalah Ketua BPD di Desa Lembean.

Kadis Kesehatan Minut Drs. Alan Mingkid mengatakan bahwa penyakit TBC merupakan penyakit menular, dan saat ini di Kabupaten Minahasa Utara sudah ada beberapa Faskes yang memiliki alat khusus untuk mendetekasi TBC.

“Diharapkan peralatan yang sudah tersedia di RSUD Maria Walanda Maramis, Puskesmas Kauditan, Kema, Tatelu, dapat dimanfaatkan masyarakat ketika merasa ada gejala seperti batuk yang berkepanjangan dan gejala lainnya,” ucap Kadis Kesehatan Allan Mingkid.

Melalui Program Desa Siaga TBC, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan TBC melalui deteksi dini, pengobatan yang tuntas, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Hadir dalam pencanangan tersebut, Camat Kauditan Vilma Anthoni, Kapus Kauditan, dr. Theresia Tiow, Hukum Tua Desa Lembean Daisy Sumampouw dan seluruh jajaran perangkat Desa Lembean.

(Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *