Pemkab Minut Bersama STIPAR Manado, ASDEWI dan LSP PBI Kolaborasi Berikan Program Beasiswa Pendidikan di Bidang Pariwisata

Minut968 Dilihat

Global1news.com, MINUT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) terus berkomitmen membangun dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata yang unggul dan berdaya saing di Kabupaten Minahasa Utara.

Hal ini terbukti dengan adanya kolaborasi antara Pemkab Minut dengan sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIPAR) Manado, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASDEWI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bunaken Indonesia (PBI), yang dibahas dalam pertemuan bersama, di Kantor Bupati Minut, Selasa (23/06/2026).

Pertemuan di pimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Minut Ir. Novly G. Wowiling M.Si, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian SE, M.Si, dihadiri Ketua STIPAR Manado Dr. Agus Walansendow SE, MM, M.Si, dan Ketua ASDEWI Christian Tambingon.

Kolaborasi empat pihak ini difokuskan pada pengembangan SDM desa wisata melalui program pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pendampingan UMKM berbasis pariwisata.

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Mitra Mandiri, yang membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik dari 10 kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang pariwisata.

Sekda Novly Wowiling menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan langkah utama dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ingin memastikan bahwa anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi, dan melalui program ini, kami berharap mereka dapat kembali ke desa dan menjadi motor penggerak pengembangan desa wisata di wilayah masing-masing,” ucap Sekda Wowiling.

Ketua STIPAR Manado, Dr. Agus Walansendow menjelaskan bahwa beasiswa tersebut akan difokuskan pada program studi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan industri pariwisata, seperti perhotelan, destinasi wisata, dan usaha perjalanan wisata.

“Target kami dalam lima tahun ke depan adalah melahirkan lulusan-lulusan pariwisata yang kompeten dan tersertifikasi untuk mengelola desa-desa wisata di Minahasa Utara. Apalagi Likupang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, sehingga masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton,” kata Walansendow.

“Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata, baik sebagai pengelola homestay, pemandu wisata, maupun pelaku usaha kreatif yang mendapatkan manfaat langsung dari perkembangan sektor ini,” ujar Dr. Agus Walansendow.

Selain program pendidikan, kerja sama ini juga menghadirkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi masyarakat desa wisata yang akan dilaksanakan langsung di desa-desa.

Program tersebut akan difasilitasi oleh LSP Pariwisata Bunaken Indonesia dengan sertifikasi yang diakui secara nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Materi pelatihan yang disiapkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pemandu wisata lokal, pengelolaan homestay, pengembangan kuliner khas Tonsea, hingga pemanfaatan media digital dan pembuatan konten promosi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian mengatakan bahwa kualitas SDM menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

“Destinasi yang indah harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik, karena wisatawan tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga cerita dan pengalaman yang berkesan,” tutur Kadis Jein Barantian.

Sementara itu, Ketua ASDEWI, Christian Tambingon, menegaskan bahwa kerja sama ini akan membuka akses yang lebih luas bagi desa-desa wisata di Minahasa Utara untuk terhubung dengan jaringan promosi dan pemasaran nasional.

Menurutnya, banyak produk unggulan desa yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi kendala dalam aspek pengemasan dan promosi.

Melalui sinergi ini, STIPAR Manado akan membantu kurasi produk dan penguatan kemasan, mahasiswa akan terlibat dalam pembuatan konten promosi, sementara ASDEWI akan mendukung pemasaran melalui berbagai pameran dan event tingkat nasional.

Seluruh pihak yang terlibat sepakat bahwa keberhasilan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Likupang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan desa-desa penyangga, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang pariwisata.

Rencananya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara para pihak akan dilaksanakan pada bulan depan. Sementara program Beasiswa Mitra Mandiri angkatan pertama ditargetkan mulai dibuka pada tahun ajaran baru mendatang.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara terlebih khusus di Kabupaten Minahasa Utara, guna menghadirkan SDM pariwisata yang unggul, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

(Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *