Global1news.com, MINUT – Ditengah ketidakpastian ekonomi global dan dampak kebijakkan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) dibawah pimpinan Bupati DR. Joune J.E Ganda SE, MAP, MM, M.Si dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung SH, MH, semakin menunjukkan pertumbuhan di sektor investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Minut, Richard J.H. Dondokambey, SSTP, MAP menyampaikan, bahwa Realisasi Investasi TW I Tahun 2026 mencapai senilai Rp. 779.180.472. 263 dari target Investasi Tahun 2026 sebesar Rp. 1.950.000.000.000.
“Presentase nilai realisasi investasi TW I Tahun 2026 sebesar 39,95 persen,” kata Dondokambey kepada Media, Selasa (05/05/2026).
Diketahui, target realisasi investasi yang ditetapkan Kementerian Investasi/BKPM melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2025 dan 2026 sama, yakni sebesar Rp1,95 Triliun.
Dondokambey menjelaskan, total proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada TW I Tahun 2026 mencapai 530 proyek, yang terdiri dari 437 proyek PMDN dan 93 proyek PMA.
Sementara total penyerapan tenaga kerja mencapai 773 orang, yang terdiri dari 474 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 299 Tenaga Kerja Asing (TKA).
Lebih lanjut Dondokambey mengatakan, lima sektor usaha dominan yang menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini berasal dari:
- Sektor pertambangan Rp.429,976,888,082
- Sektor listrik, gas dan air Rp.141,896,532,383
- Hotel dan restoran Rp.75,532,597,000
- Industri makanan Rp 42,128,495,828
- Sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp.38,725,382,686
Untuk aktivitas penanaman modal asing, terdapat tiga negara dengan nilai investasi terbesar di Minahasa Utara, yakni:
- Singapura sebesar Rp.435,617,086,136
- Hongkong Rp.10,960,881,137
- Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp.4,630,967,936
Capaian investasi Minut dalam tiga tahun terakhir selalu menunjukkan tren pertumbuhan positif bahkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Capaian ini tidak lepas dari arahan dan kebijakan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung yang terus mendorong pelayanan prioritas berbasis digital, profesional, akuntabel, serta bebas pungli bagi para pelaku usaha dalam seluruh proses administrasi,” kata Dondokambey.
Terpisah, Bupati Joune Ganda menyampaikan apresiasinya atas capaian investasi pada TW I Tahun 2026 yang menurutnya, realisasi investasi tersebut menjadi gambaran bahwa Kabupaten Minahasa Utara masih menjadi salah satu daerah cepat tumbuh di Sulawesi Utara, yang banyak dilirik investor dalam maupun luar negeri.
“Capaian ini semakin memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Sulawesi Utara bahkan cukup diperhitungkan di tingkat nasional. Hal ini didukung oleh stabilitas iklim usaha dan kemudahan pelayanan melalui instansi terkait seperti DPMPTSP Kabupaten Minahasa Utara yang tersentral di Mal Pelayanan Publik (MPP),” ucap Bupati Joune Ganda.
Keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) juga menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Minut mendorong peningkatan investasi di Minahasa Utara, dimana semua pengurusan perizinan dan adminstrasi lainnya dapat dilakukan secara cepat di satu tempat.
“Melihat capaian TW I yang sudah mencapai hampir 40 persen, saya optimistis realisasi investasi tahun 2026 akan mencapai target bahkan bisa over target seperti dua tahun sebelumnya,” tutur Bupati.
“Saya mengingatkan seluruh jajaran terkait agar terus memberikan kemudahan pelayanan kepada para investor yang masuk ke Minahasa Utara. Hindari sistem birokrasi yang rumit dan tindakan pungli yang justru akan menghambat investasi masuk ke Minut,” ujar Bupati Joune Ganda.
(**/Ekin)






