Dinas Pertanian Minut Luncurkan Inovasi Dua Hasil Satu Lahan, Integrasi Kelapa-Jagung Perkuat Ketahanan Pangan

Minut591 Dilihat

Global1news.com, MINUT – Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus mendorong inovasi pola tanam untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah program “Dua Hasil Satu Lahan”, yakni integrasi tanaman kelapa dan jagung dalam satu kawasan pertanian.

Inovasi tersebut menjadi salah satu dari delapan inovasi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang diluncurkan langsung oleh Bupati Minut, Dr. Joune Ganda, di Atrium Kantor Bupati Minut, Senin (02/11/2026).

Peluncuran ini menjadi wujud komitmen Pemkab Minut dalam mendorong perangkat daerah untuk terus berinovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah berbasis inovasi.

Bupati Joune Ganda mengatakan, inovasi Dua Hasil Satu Lahan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengoptimalkan potensi besar sektor pertanian yang dimiliki Minahasa Utara.

“Melalui konsep Dua Hasil Satu Lahan, kita ingin mendorong petani agar mampu memanfaatkan lahan secara lebih produktif. Kelapa tetap menjadi komoditas unggulan daerah, sementara jagung menjadi komoditas tambahan yang dapat memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan pendapatan petani. Ini juga merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Bupati Joune Ganda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Minut, Bertha Katuuk, menjelaskan inovasi “Dua Hasil Satu Lahan” adalah Revolusi Tumpang Sari Kelapa-Jagung Minahasa Utara, ini adalah kebijakan yang mendorong integrasi tanaman kelapa dengan jagung secara sistematis dan berkelanjutan.

Menurutnya, inovasi ini menjadi langkah strategis untuk mengubah pola pertanian yang selama ini masih bersifat monokultur menjadi pola yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan perkebunan rakyat, mendiversifikasi pendapatan petani, dan mendukung ketahanan pangan daerah tanpa mengorbankan posisi kelapa sebagai komoditas unggulan Kabupaten Minahasa Utara,” jelas Kadis Bertha Katuuk.

Melalui inovasi ini, Pemkab Minut berharap lahan perkebunan rakyat dapat dimanfaatkan secara maksimal, pendapatan petani semakin beragam, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.

(Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *