Sokong Penuh Seleksi EPA 2026, Bupati Joune Ganda Pastikan Talenta Lokal Tidak Terhambat Masalah Finansial

Minut, Sulut507 Dilihat

Global1news.com, SULUT — Manajemen Garudayaksa secara resmi merampungkan agenda Seleksi Elite Pro Academy (EPA) 2026, untuk menjaring pesepak bola muda berbakat di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Seleksi EPA 2026 yang diadakan selama dua hari tanggal 04-05 Juli 2026 menyedot antusiasme ratusan atlet remaja dari berbagai Kabupaten/Kota, termasuk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Para peserta menjalani serangkaian tes meliputi kemampuan teknik dasar, visi bermain, kondisi fisik, hingga mental bertanding.

Proses seleksi dipantau langsung oleh tim pelatih dan tim pencari bakat yang telah disiapkan.Tim Teknis Pusat Garudayaksa, Coach Mukhlis Nur memantau langsung jalannya proses penjaringan menyampaikan, agenda ini diproyeksikan sebagai wadah pencarian potensi lokal yang nantinya akan digodok secara intensif dalam skuad utama Garudayaksa di level nasional.

“Kami tidak hanya mencari pemain yang memiliki kemampuan individu bagus, tetapi juga pemain yang mempunyai karakter, disiplin, dan semangat berkembang. Sulawesi Utara memiliki banyak talenta potensial dan seleksi ini menjadi wadah untuk menemukan pemain-pemain terbaik,” kata Mukhlis Nur.

“Peserta yang lulus dari seleksi EPA 2026 memiliki kesempatan untuk bermain di Liga 1, selanjutnya peserta yang lolos di Manado akan mengikuti seleksi lanjutan untuk masuk pelatihan intensif di Akademi Sepak Bola Garudayaksa Indonesia di Bogor,” lanjutnya.​​

Ketua Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulut Hengky Kawalo, yang juga mantan Wakil Ketua PSSI Sulut mengungkapkan bahwa kualitas dan potensi dasar para pemain muda di Bumi Nyiur Melambai sangat menjanjikan.​

”Pada fase awal, kami melihat kemampuan fundamental seperti passing, receiving, dan ball control. Memasuki hari kedua, penilaian digeser pada aspek taktis dalam pertandingan, meliputi bagaimana pemain menerapkan skema menyerang (attack), bertahan (defend), serta kedisiplinan dalam melakukan transisi permainan,” ucap Hengky.​

”Sinergi antara manajemen olahraga dan komitmen pemerintah daerah atau tokoh masyarakat seperti Pak Joune Ganda adalah kunci. Rekam jejak beliau yang konsisten mendukung sepak bola memastikan kompetisi usia dini di daerah tidak pernah mati,” ujar Hengky.

​Remaja yang lolos pada kelompok umur U-15, U-16, dan U-17 di tingkat regional ini tidak langsung masuk tim utama, mereka dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti fase seleksi lanjutan tingkat nasional, bersaing dengan talenta-talenta terbaik dari Provinsi lain.​

Jalur seleksi bakat yang diinisiasi Garudayaksa menjadi momentum akselerasi (gerak cepat) agar generasi muda Sulut tidak kehilangan masa emasnya.

Sejarah telah membuktikan Sulut selalu melahirkan pilar nasional, mulai dari era Alsan Sanda, hingga representasi anak daerah yang kini mampu menembus skuad Timnas U-20 lewat radar PSM Makassar serta beberapa nama di Dewa United.

Seleksi EPA 2026 ini mendapat sokongan penuh dari Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda yang adalah mantan ketua PSSI Sulut.Bupati Joune Ganda bertindak sebagai sponsor utama dan memfasilitasi 69 pemain asal Minahasa Utara dengan membebaskan seluruh biaya pendaftaran seleksi.

Bupati Joune Ganda juga mensubsidi biaya pendaftaran bagi peserta dari luar Minahasa Utara, guna memastikan talenta lokal tidak terhambat masalah finansial.

Di era industri sepak bola modern, keselarasan antara sekolah dan karier olahraga menjadi fondasi utama demi menjamin kesejahteraan masa depan para atlet.

(**/Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *