Sekda Novly Wowiling Buka FGD Kelapa Nasional di Minut, Dorong Hilirisasi Sejahterakan Petani

Minut520 Dilihat

Global1news.com, MINUT – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi lokasi Focus Group Discussion (FGD) Kajian Pengembangan Industri Kelapa Nasional yang digelar di Hotel The Sentra, Selasa (06/10/2026).

Kegiatan dibuka Sekda Minut Ir. Novly Wowiling M.Si didampingi Kadis Pertanian Bertha Katuuk SP, MAP dan Kadis Perindustrian Agnes Tumangkeng.

FGD menghadirkan Dinas Perkebunan dan Disperindag Provinsi Sulut, serta Tim Peneliti Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University yang diketuai Prof. Dr. Widyastutik.

Sekda Wowiling dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada IPB yang memilih Sulut, khususnya Minut, sebagai lokus kajian.

“Kelapa bukan sekadar komoditas, melainkan tumpuan hidup petani, dan kalau bicara kelapa, kita bicara tumpuan ekonomi petani pedesaan karena mayoritas petani di Minut hidup dari kelapa,” ucap Sekda Wowiling.

Ia menyebut Sulut masuk lima besar areal kelapa dunia, namun belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petani, karena pengelolaan masih bertumpu pada kopra, sementara produk turunan belum dimaksimalkan.

“Air kelapa masih dibuang, batok hanya dijual tempurung. Padahal turunannya sangat banyak dan bernilai ekonomi luar biasa,” katanya.

Sekda Wowiling mengungkapkan potensi itu sudah menarik investor asing dari China dan India, di Minut sendiri sudah ada sekitar lima pabrik olahan kelapa seperti santan beku dan tepung kelapa.

Sekda Novly Wowiling mendorong hilirisasi, integrasi lahan kelapa dengan jagung dan peternakan sapi untuk pupuk organik, serta inovasi asap cair untuk perikanan dan pestisida alami.

Sekda berharap rekomendasi IPB tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi terimplementasi nyata meningkatkan kesejahteraan petani.

“Rekomendasi ilmiah harus sampai pada implementasi dan menghasilkan kesejahteraan petani kelapa,” ujar Sekda Novly Wowiling.

(Ekin)