Rakorda Tim Pembina Posyandu Sulut, Rizya Ganda Davega Siap Maksimalkan 6 SPM di Minut

Minut849 Dilihat

Global1news.com, MINUT — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Ny. Rizya Ganda Davega menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2026 yang berlangsung di Luwansa Hotel, Manado, pada 16-17 April.

Rakorda dipimpin oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, dihadiri jajaran pembina Posyandu se-Sulut dan para ketua tim Kabupaten/Kota.

Rakorda tersebut mengusung tema Integrasi Layanan Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Perumahan, Pekerjaan Umum dan Ketentraman/Ketertiban Umum untuk Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat.

Anik Yulius Selvanus menyampaikan, Rakorda ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pembina Posyandu sebelumnya.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memaksimalkan dan mengevaluasi implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kabupaten dan kota se-Sulut,” ucapnya.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang hadir pada penutupan Rakorda menegaskan bahwa keberhasilan program Tim Posyandu mustahil tercapai tanpa dukungan penuh pemerintah daerah.

Gubernur meminta seluruh kepala daerah dan dinas terkait wajib mendukung tugas dan fungsi (Tupoksi) Tim Posyandu di wilayah masing-masing.

“Saya minta para Bupati dan Wali Kota membantu seluruh Tupoksi Tim Posyandu dalam implementasi 6 SPM. Hasil Rakorda ini harus diimplementasikan maksimal, jangan hanya jadi catatan di kertas,” ujar Gubernur.

Rizya Ganda Davega mengatakan, seluruh program Posyandu di Minut selama ini telah mendapat dukungan dari Bupati Joune Ganda selaku penasihat, melalui dinas terkait dengan fokus pada 6 SPM.

Rizya Ganda Davega menekankan bahwa konsep Posyandu berbasis SPM merupakan pendekatan baru yang menggabungkan enam bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Menurutnya, keberhasilan implementasi program ini sangat bergantung pada peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan perangkat organisasi daerah.

“Sebagai tim pembina, kami terus mengoptimalkan pembinaan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa, agar kader Posyandu mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Rizya Ganda Davega.

“Intinya, Tim Posyandu Minut siap meningkatkan kemitraan dengan pemerintah daerah dan siap mendukung arahan ketua tim provinsi untuk memaksimalkan implementasi 6 SPM di Minut,” ujar istri tercinta Bupati Minut Joune Ganda.

Posyandu 6 SPM atau yang sering disebut Posyandu Plus dirancang sebagai inovasi pelayanan terintegrasi yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal wajib, yakni:

  • Kesehatan (imunisasi, gizi, KIA, deteksi dini).
  • Pendidikan (PAUD, edukasi keluarga, literasi).
  • Pekerjaan Umum (sanitasi, air bersih).
  • Perumahan Rakyat (pemantauan rumah layak huni).
  • Ketentraman & Ketertiban Umum (Trantibumlinmas).
  • Sosial (pelayanan bagi masyarakat membutuhkan).

Turut mendampingi Ny. Rizya Ganda Davega pada Rakorda tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minut Fredrik Tulengkey, Kepala Bappeda Hanny Tambani, serta perwakilan BKAD yang diwakili Sekretaris Evelyn Luntungan.

(**/Ekin)