Pemkab Minut Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118

Minut743 Dilihat

Global1news.com, MINUT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) menggelar upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, bertempat di Lapangan Kantor Bupati Minut, Rabu (20/05/2026).

Harkitnas ke-118 tahun 2026 mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Asisten III Pemkab Minut Drs. Jossy Kawengian MAP bertindak sebagai Inspektur Upacara, diikuti oleh seluruh ASN Pemkab Minut.

Mewakili Bupati Minut Joune Ganda, Asisten III Jossy Kawengian membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid menyampaikan, peringatan Harkitnas ke-118 merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.

Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.

Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan.

“Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” kata Kawengian.

“Dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, ini menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat, sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” lanjutnya.

“Dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat, seperti Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa,” ucap Kawengian.

Lebih lanjut Kawengain membacakan sambutan Menteri mengatakan, dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama.

“Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat,” tuturnya.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” ujar Kawengian.

Mengakhiri pembacaan sambutam Menteri Meutya, Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia.

(Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *