Minut Jadi Tuan Rumah Ibadah Agung, Ribuan Oma Opa GMIM Rayakan 20 Tahun Pelayanan

Minut1077 Dilihat

Global1news.com, MINUT – Ribuan warga lanjut usia (Lansia) dari berbagai jemaat GMIM se-Sulawesi Utara (Sulut) memadati halaman Kantor Bupati Minahasa Utara (Minut) dalam Ibadah Agung HUT ke-20 Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM, Jumat (06/11/2026).

Perayaan dua dekade pelayanan itu berlangsung penuh sukacita, khidmat dan syukur, sekaligus menjadi momentum memperkuat persekutuan serta menegaskan bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk terus berkarya, melayani dan menjadi berkat.

Ibadah syukur dipimpin Ketua BPMS GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas M.Th, dihadiri Bupati Minut Dr. Joune Ganda, Wakil Bupati Kevin William Lotulung, Ketua Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM Dra. Adriana Dondokambey MM, serta jajaran pejabat Pemkab Minut.

Turut hadir mewakili Pemprov Sulut, Kepala BPSDMD Sulut Dr. Franky Alexander Tintingon, unsur Forkopimda, mantan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil, Sekda Minut Ir. Novly Geret Wowiling, para pengurus Lansia Sinode, rayon, wilayah dan jemaat, pendeta, vikaris, pelayan khusus, serta peserta dari berbagai daerah.

Wakil Bupati Minut Kevin Lotulung selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan, HUT ke-20 merupakan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan Lansia GMIM selama dua dekade.

“Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berkarya dan memberikan kontribusi. Justru melalui pengalaman hidup, keteguhan iman dan ketekunan dalam doa, para Lansia memiliki peran yang sangat besar untuk menjadi teladan bagi keluarga, gereja dan masyarakat. Kami berharap semangat pelayanan ini terus menyala dan tidak pernah padam,” ucap Wabup Kevin Lotulung.

Sementara, Bupati Joune Ganda dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia, bangga dan terima kasih atas kepercayaan Sinode GMIM yang memilih kompleks perkantoran Pemkab Minut sebagai lokasi Ibadah Agung.

Ia mengaku terharu menyaksikan ribuan oma-oma dan opa-opa hadir. Suasana itu mengingatkannya kepada almarhum ibundanya yang semasa hidup pernah lama terlibat dalam pelayanan Lansia, bahkan pernah menjadi ketua pelayanan Lansia di tingkat jemaat dan wilayah.

“Ketika melihat oma-oma dan opa-opa hadir dalam jumlah yang begitu banyak, saya merasa sangat terharu. Saya teringat almarhumah ibu saya yang juga pernah melayani dalam pelayanan Lansia. Dari pengalaman itu saya memahami bahwa orang tua memiliki tempat yang sangat istimewa dalam kehidupan kita,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberadaan Lansia tidak boleh dipandang sebagai kelompok yang hanya membutuhkan perhatian, tetapi harus dihargai sebagai pribadi yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan dan kontribusi besar.

“Jangan pernah menganggap bahwa ketika seseorang sudah memasuki usia lanjut, maka perannya selesai. Tidak demikian. Para orang tua adalah bagian penting dari perjalanan kehidupan kita,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati Joune Ganda berharap seluruh Lansia senantiasa memperoleh kesehatan, kekuatan, umur panjang dan sukacita.

“Kiranya Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan dan umur panjang kepada seluruh oma-oma, opa-opa, ibu-ibu dan bapak-bapak. Jangan pernah kehilangan semangat untuk melayani,” ucap Bupati.

Ketua Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM, Dra. Adriana Dondokambey, M.M., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Ibadah Agung yang mempertemukan pengurus dan anggota Lansia dari berbagai jemaat.

Ia berharap seluruh Lansia memperoleh berkat Tuhan berupa kesehatan, kekuatan, kemampuan beraktivitas dan menikmati masa lanjut usia dengan sukacita serta damai sejahtera.

Mewakili Pemprov Sulut, Kepala BPSDMD Sulut Dr. Franky Alexander Tintingon menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-20 Lansia GMIM.

Mengutip Amsal 16:31, Franky mengingatkan bahwa rambut putih merupakan mahkota yang indah apabila diperoleh melalui jalan kebenaran.

“Jangan pernah menilai seseorang hanya berdasarkan usia dan kemampuan fisiknya. Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang kehilangan produktivitas ataupun tidak lagi memiliki peran dalam kehidupan masyarakat,” ucap Franky.

Ibadah Agung HUT ke-20 Lansia GMIM di Minut menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus melayani, berkarya dan memberikan kesaksian iman.Lansia GMIM sehat, kuat, tetap produktif, terus berkarya dan menjadi berkat bagi gereja, keluarga serta masyarakat.

(Ekin)