Kawasan Hutan Kaki Dian Terbakar, Polres Minut Turunkan Puluhan Personel Bantu Padamkan Api

Minut711 Dilihat

Global1news.com, MINUT — Kemarau panjang akibat dampak dari fenomena El Nino membuat pohon dan ranting serta rumput kering menyebabkan munculnya 4 titik api hingga terjadi kebakaran besar di Kawasan Hutan Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), pada Minggu (20/09/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut gerak cepat berusaha untuk memadamkan api dengan kolaborasi TNI, Polri, BPBD Minut, Damkar Minut, AWC Brimob Polda Sulut, kehutanan, Pemerintah Kelurahan, hingga relawan dari masyarakat setempat.

Pemadaman memasuki hari kedua dan berlangsung sejak siang hingga malam, dimana petugas menyisir titik api, melakukan pendinginan, serta mencegah api menjalar ke kawasan permukiman.

Armada pemadam juga harus berulang kali mengangkut air ke lokasi dengan medan yang sulit.

Kapolres Minut melalui Plh. Kabag Ops Polres Minut, AKP D. Rungkat menyampaikan, pihaknya telah menurunkan puluhan personil untuk membantu memadamkan api.

“Kami dari unsur Polri dan TNI serta relawan, Damkar, BPBD, Dinas Kehutanan, AWC Brimob Polda Sulut dan Pemerintah Kelurahan serta masyarakat berkolaborasi dan gotong royong ikut serta dalam rangka memadamkan kebakaran hutan di Kaki Dian,” ucapnya.

AKP D Rungkat mengatakan, penyebab kebakaran belum dipastikan dan masih didalami, salah satu penyebab mungkin karena kondisi iklim panas berkepanjangan.

Polres Minut mengimbau masyarakat tidak memasuki kawasan kebakaran tanpa kepentingan karena dapat menghambat pemadaman dan membahayakan keselamatan.

Sementara, Kepala BPBD Minut Theodore Lumingkewas mengatakan, Bupati Minut Joune Ganda dan Forkopimda sudah menetapkan status tanggap bencana untuk Kabupaten Minahasa Utara sejak terjadi kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Lumingkewas menegaskan penanganan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur karena kondisi lapangan cukup kompleks.

“Teman-teman Damkar dari kemarin sampai tadi pagi masih melakukan pemadaman dan hari ini lanjut lagi. Kendalanya adalah medan yang cukup berat dan luasan yang cukup besar serta cuaca yang panas sehingga perambatan api lebih cepat,” ujar Lumingkewas.

Hingga Minggu malam, personel gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman total untuk mencegah api muncul kembali dan merambat ke pemukiman warga.

(Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed