Ikuti Monev Inflasi Kemendagri, Bupati Joune Ganda Komitmen Jaga Stabilitas Harga di Minut

Minut347 Dilihat

Global1news.com, MINUT – Bupati Minahasa Utara,(Minut) Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M, M.Si., mengikuti Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengendalian Inflasi Daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (27/10/2026).

Rapat digelar secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 13.00 WIB. Undangan disampaikan Inspektorat Jenderal Kemendagri melalui surat Nomor 500.2.5/5109/IJ tertanggal 27 Oktober 2026.

Agenda ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada 26 Oktober 2026 serta rilis data inflasi September 2026.

Rapat tersebut secara khusus menyasar provinsi dan Kabupaten/Kota dengan tingkat inflasi tertinggi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Rapat dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri III dan dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Minahasa Utara, Bupati Minahasa Selatan, Wali Kota Manado, dan Wali Kota Kotamobagu.

Keikutsertaan Bupati Joune Ganda menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjaga koordinasi dengan pemerintah pusat terkait pengendalian inflasi daerah.

Melalui forum ini, perkembangan inflasi menjadi perhatian bersama, terutama dalam memantau pergerakan harga dan mengevaluasi langkah-langkah pengendalian yang perlu dilakukan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Minut, Joice Katuuk, mengatakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Berdasarkan data perkembangan inflasi September 2026, kita melihat adanya dinamika harga kebutuhan pokok yang menjadi perhatian serius bersama. Tercatat bahwa komoditas seperti cabai rawit masih menjadi andil terbesar dalam mendorong inflasi, baik secara bulanan (month-to-month) maupun tahunan (year-on-year),” ucap Katuuk.

Ia menambahkan, di sisi lain terdapat komoditas penahan inflasi yang cukup membantu, seperti penurunan tarif angkutan udara, bawang merah, daun bawang, serta beras.

“Pemerintah Kabupaten Minut akan terus mengambil langkah strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengoptimalkan operasi pasar, serta mendorong produktivitas petani lokal. Semua itu dilakukan agar gejolak harga pangan dapat diredam demi kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara. Bahkan ada upaya lain bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Gerakan ASN Menanam,” ujarnya.

(Ekin)