DLH Minut Hadirkan Inovasi SIFORSA MINUT, Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Pemilahan dari Sumber

Minut727 Dilihat

Global1news.com, MINUT — Terobosan inovatif kembali dihadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam mengatasi persoalan sampah yang menjadi perhatian penting pembangunan daerah.

Melalui inovasi “SIFORSA MINUT”, DLH di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Olfy Kalengkongan menawarkan solusi pengelolaan sampah berbasis pemilahan sejak dari sumbernya, sebagai strategi mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Inovasi tersebut menjadi salah satu dari delapan inovasi daerah yang resmi diluncurkan Bupati Minut Dr. Joune Ganda, dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi bagi ASN yang dirangkaikan dengan Launching Inovasi Daerah di Atrium Kantor Bupati Minut, Senin (02/11/2026).

Dalam peluncuran delapan inovasi daerah tersebut, Bupati Joune Ganda menegaskan setiap inovasi harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Setiap inovasi yang dilahirkan perangkat daerah harus benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata. Inovasi tidak boleh hanya menjadi persyaratan dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, tetapi harus menjadi program berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Bupati Joune Ganda.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah terus mengembangkan terobosan sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman, sehingga inovasi yang dihasilkan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik serta menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan SIFORSA MINUT yang menempatkan persoalan persampahan sebagai perhatian penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

Kepala DLH Minut, Olfy Kalengkongan menjelaskan, SIFORSA MINUT hadir sebagai bagian dari transformasi pengelolaan lingkungan yang menitikberatkan pada perubahan pola dan keterlibatan masyarakat dalam menangani sampah sejak awal.

Melalui inovasi ini, pengelolaan sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan pengangkutan dan pembuangan, tetapi harus dimulai dari kesadaran memilah sampah di lingkungan rumah tangga, perkantoran, tempat usaha maupun fasilitas umum.

“Keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah, masyarakat dapat mengambil bagian langsung dalam mengurangi beban pengelolaan sampah daerah,” ucap Olfy.

Pemilahan sampah sejak dari sumbernya menjadi langkah penting untuk memisahkan sampah berdasarkan jenis dan karakteristiknya.

Dengan demikian, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dikelola lebih lanjut, sementara sampah residu dapat ditangani sesuai kebutuhan pengolahan.

Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi sampah yang harus diangkut menuju TPA, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, penerapan pemilahan dari sumbernya juga membuka peluang pengelolaan sampah yang lebih bermanfaat, termasuk pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai ekonomi.

Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan meluas diyakini dapat menjadi bagian dari perubahan besar dalam menjaga kualitas lingkungan.

Melalui inovasi SIFORSA MINUT, DLH Minut menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.

Tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran setiap individu.

SIFORSA MINUT membawa pesan bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan harus dikelola dengan bijak sejak awal, sebab lingkungan yang bersih tidak hanya dimulai dari tempat pembuangan akhir, tetapi dari rumah dan lingkungan kita sendiri.

(Ekin)