Dinas Pariwisata Minut Hadirkan DEWI MINUT MEMIKAT, Dorong Desa Wisata Mandiri dan Berdaya Saing

Minut792 Dilihat

Global1news.com, MINUT – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus diarahkan pada penguatan potensi desa sebagai destinasi wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Jein Barantian, melalui inovasi DEWI MINUT MEMIKAT (Desa Wisata Minahasa Utara Mandiri, Terintegrasi dan Memikat).

Inovasi ini resmi diluncurkan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, di Atrium Kantor Bupati Minut, Senin (02/11/2026), sebagai salah satu dari delapan inovasi daerah dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi bagi ASN.

DEWI MINUT MEMIKAT bukan sekadar program pengembangan destinasi wisata, melainkan strategi Dinas Pariwisata Minut untuk membangun ekosistem pariwisata desa yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui inovasi ini, desa-desa yang memiliki potensi wisata didorong agar tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga mampu mengelola potensi dan sumber daya secara mandiri.

Fokus utama yang disiapkan Dinas Pariwisata meliputi empat aspek penting: penguatan kelembagaan desa wisata, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas SDM, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan dan promosi destinasi.

Penguatan kelembagaan menjadi fondasi agar desa wisata memiliki sistem pengelolaan yang jelas, terorganisasi, dan berkelanjutan.

Dengan kelembagaan yang kuat, masyarakat diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mengelola potensi, membangun kerja sama, dan mengembangkan usaha ekonomi berbasis pariwisata.

Sementara pengembangan produk wisata diarahkan untuk menggali dan mengemas keunikan setiap desa menjadi daya tarik bernilai jual, mulai dari potensi alam, budaya, tradisi, kuliner, kerajinan, hingga kearifan lokal.

Dinas Pariwisata juga menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai bagian penting.

Masyarakat, pengelola destinasi, Pokdarwis, dan pelaku usaha pariwisata didorong memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan prima dan menciptakan pengalaman wisata berkualitas.

Di era digital, pemanfaatan teknologi menjadi perhatian utama, dan melalui platform digital, promosi dan informasi destinasi diharapkan menjangkau pasar yang lebih luas, dari wisatawan nusantara hingga mancanegara.

Dispar Minut mengarahkan pengembangan pariwisata agar tidak hanya bertumpu pada destinasi yang sudah dikenal, tetapi juga membuka peluang bagi desa-desa lain untuk tumbuh dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing, serta membangun keterhubungan antardestinasi dalam satu ekosistem pariwisata daerah.

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Minut menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pengembangan destinasi tidak hanya mendatangkan kunjungan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Bupati Joune Ganda dalam arahannya menegaskan agar setiap inovasi hasil PKN Tingkat II harus memiliki keberlanjutan dan menjadi legacy.

“Saya berharap inovasi yang dihasilkan ini bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan sebagai peserta PKN. Inovasi ini harus menjadi sebuah legacy, harus dilaksanakan dan terus dikembangkan,” ujar Bupati Joune Ganda.

Arahan tersebut menjadi dorongan bagi Dinas Pariwisata Minut untuk memastikan DEWI MINUT MEMIKAT tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam program dan langkah kerja yang terukur dan berkesinambungan.

Dengan potensi pariwisata yang tersebar mulai dari wisata bahari, pesisir pantai, wisata alam, kawasan pedesaan, hingga kekayaan budaya, Minahasa Utara memiliki modal besar untuk tumbuh.

Melalui DEWI MINUT MEMIKAT, Dinas Pariwisata Minut berharap lahir desa-desa wisata yang memiliki identitas, tata kelola profesional, produk unggulan, dan kemampuan promosi berbasis teknologi.

Desa wisata tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga ruang tumbuhnya ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

Dari desa, potensi wisata dibangun, dari masyarakat, ekonomi digerakkan, dan melalui DEWI MINUT MEMIKAT, Dinas Pariwisata Minut mendorong Minahasa Utara menghadirkan desa wisata yang tidak hanya indah dikunjungi, tetapi juga mandiri, terintegrasi, dan mampu bersaing.

(Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *