Bupati Joune Ganda Hadiri Peresmian Kemitraan Indonesia-Denmark, Minut Jadi Modernisasi Sektor Peternakan

Minut, Nasional794 Dilihat

Global1news.com, JAKARTA — Bupati Minahasa Utara (Minut) Dr. Joune J.E Ganda SE, MAP, MM, M.Si menghadiri langsung peresmian kemitraan strategis Indonesia-Denmark Swine Genetics Partnership, berlangsung di The Dharmawangsa Jakarta, Kebayoran Baru, Selasa (14/07/2026).​

Kerja sama internasional ini digagas oleh PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW) dengan menggandeng DanBred, raksasa genetika babi global asal Denmark.

Kolaborasi ini menandai babak baru industri peternakan tanah air dengan mendatangkan bibit premium langsung dari Denmark, sebuah langkah impor yang pertama kali terjadi lagi di Indonesia setelah absen selama beberapa dekade.

Kabupaten Minahasa Utara menorehkan sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang melakukan kerja sama internasional di bidang genetika babi ini.​

Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa kehadiran teknologi genetika mutakhir ini sangat krusial bagi Sulawesi Utara yang selama ini menjadi salah satu pilar utama produksi babi nasional.

​”Kemitraan ini membuka peluang besar bagi transfer teknologi dan peningkatan mutu genetik. Kita bangga karena Minahasa Utara menjadi daerah pertama yang mempelopori kerja sama ini. Kita berharap dampaknya bisa langsung dirasakan oleh peternak lokal di daerah, meningkatkan produktivitas, serta membuka ruang bagi industri peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan ke depan,” ucap Bupati Joune Ganda.

Dampak kemitraan tersebut mulai terealisasi dengan masuknya investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dari PT SOW senilai sekitar Rp 20 miliar di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan.

Sebanyak 546 ekor bibit babi unggul asal Denmark telah tiba di Sulawesi Utara pada 7 Juli 2026 untuk mendukung pengembangan peternakan modern di kawasan tersebut.

Saat ini, pembangunan fasilitas peternakan berupa ruang gestation seluas 1.090 meter persegi di atas lahan seluas 102.680 meter persegi juga tengah berlangsung.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minut, Richard J. H. Dondokambey, memastikan seluruh proses investasi telah memenuhi ketentuan yang berlaku dan akan terus diawasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami dari DPMPTSP akan terus mengawal perkembangan fisik proyek ini sembari menunggu penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) berkala dari pihak manajemen. Kami ingin memastikan investasi Rp 20 miliar ini tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi baru dan membuka lapangan kerja luas bagi warga Likupang Selatan,” ujar Richard Dondokambey.

(**/Ekin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *